Ferrosilicon adalah paduan yang terdiri dari besi dan silikon, yang berfungsi sebagai bahan pembantu utama yang banyak digunakan dalam industri metalurgi.
I. Sifat-sifat Dasar
Tampak sebagai gumpalan-hitam keabu-abuan dengan penampang-halus dan berkilau logam, menunjukkan kekerasan dan kerapuhan.
Dengan titik leleh sekitar 1300-1400 derajat, ia memiliki sifat pereduksi yang kuat dan efek paduan yang sangat baik.
Nilai umum diklasifikasikan berdasarkan kandungan silikon, seperti 75# (72%-80% Si), 80# (78%-85% Si), dan 90# (85%-92% Si).
II. Nilai Inti
Ferrosilicon secara efisien menghilangkan kotoran oksigen dan sulfur dari baja cair sekaligus meningkatkan kekuatan, kekerasan, dan ketahanan aus bahan logam, sehingga mendapat julukan "vitamin industri" untuk produksi baja.
Ini diproduksi dari bahan mentah seperti batu silika dan konsentrat besi (atau baja bekas) melalui peleburan-suhu tinggi dalam tungku busur listrik. Prosesnya sudah matang dan diterapkan secara luas dalam skala besar.
AKU AKU AKU. Bahan Baku Produksi Ferrosilikon
Sumber Silikon:Batu silika merupakan bahan baku inti penyuplai silikon, membutuhkan kandungan SiO₂ lebih besar atau sama dengan 97% dengan pengotor rendah (aluminium, kalsium, magnesium, dll).
Bahan Baku Sumber Besi :Konsentrat bijih besi atau baja bekas memasok besi, yang digabungkan dengan silikon untuk membentuk paduan.
Agen Pereduksi:Bahan karbon terutama mereduksi silikon dari kuarsit pada suhu tinggi. Kombinasi umum termasuk kokas (karbon tetap Lebih besar dari atau sama dengan 85%) + arang (meningkatkan aktivitas reaksi).
Fluorpar:Ditambahkan dalam jumlah kecil (1% -3% dari total bahan mentah) sebagai fluks untuk menurunkan titik leleh terak, meningkatkan fluiditas terak, dan memfasilitasi pembuangan terak.
Kapur:Ditambahkan sesuai kebutuhan untuk menyesuaikan alkalinitas terak, mengurangi kehilangan volatilisasi silikon, dan meningkatkan tingkat perolehan kembali.
